● Rangkuman UTS
Santokling
Kuliah
Sanitasi dan Air Limbah-nya
Permasalahan Sanitasi di Indonesia: 70% air tanah tercemar, 75% air sungai tercemar,
ratusan ribu anak mati diare, milyaran rupiah ongkos produksi air naik per tahun.
Studi ADB: Kerugian ekonomi yang terkait sanitasi yang buruk diperkirakan sekitar Rp 42,3
triliun per tahun, atau 2% dari GDP Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD sebesar 1
mg/liter pada sungai meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9.17/meter kubik 🡪
menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional.
Profil Prasarana dan Sarana “Sanitasi” di Indonesia :
● Sanitasi terpusat (Sewerage and Wastewater Treatment Plant/IPAL),
● Penduduk perkotaan yang menikmati sanitasi terpusat baru 2,21 %
> Memiliki IPAL
> Instalasi Pengolahan Lumpur Tangki Septik (IPLT)
● Air dari tangki septik diresapkan ke dalam tanah, atau mengalir ke air permukaan
● Penduduk yang punya akses kepada prasarana sarana sanitasi setempat baru 80% di
perkotaan dan 60 % di pedesaan
Kerangka Dasar dan Maksud Pengembangan Prasarana & Sarana Sanitasi:
1. Mencegah penyebaran (kontaminasi) penyakit melalui air (waterborne diseases) dan
vektor.
2. Mencegah dan menanggulangi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang
diakibatkan oleh air limbah dan sampah domestik.
3. Melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar sehingga sesuai
dengan fungsinya kembali
Pengembangan Pada Saat Ini: Pada umumnya pengembangan sanitasi di Indonesia masih
berusaha memenuhi kerangka dasar pertama yaitu mengembangkan prasarana dan sarana
sanitasi dasar untuk mencegah penyebaran penyakit melalui air, sehingga kondisi kesehatan
masyarakat makin baik.
Pengembangan sewerage di Denpasar menunjukkan bahwa di Denpasar dan sekitarnya sudah
mulai memenuhi kerangka dasar kedua, yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus
melindungi lingkungan.
,KONTRIBUSI PENTING DSDP BAGI BALI
1. Aspek Lingkungan: mengurangi pencemaran air tanah, air sungai, dan menjaga
kebersihan pantai dari limbah, baik limbah hotel maupun limbah domestik.
2. Aspek Kesehatan: mengurangi penyakit, meningkatkan gizi, meningkatkan
kemampuan (anak-anak), dan meningkatkan produktivitas kerja (dewasa).
3. Aspek Citra: mempertahankan citra Bali sebagai Paradise Island yang masih murni
keindahan alamnya.
DSDP I
SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Kolam Aerasi dan Sedimentasi :
❑ Lokasi : Suwung, Desa Pemogan,Denpasar
❑ Luas area : 10 ha
❑ Kapasitas total direncanakan : 51.000m3/hari
❑ Kualitas influen : 170 mg/lt
❑ Kualitas effluen : < 30 mg/lt
Bangunan :
❑ Inflow Pumping Station
, ❑ Bangunan / Ruang Electrical
❑ Kantor dan Laboratorium
❑ Bak Ekualisasi (untuk menampung lumpur dari septik Tank/Truck Tinja)
Tingkatan Pengolahan Air Limbah
Unit Proses dalam Pengolahan Limbah
Santokling
Kuliah
Sanitasi dan Air Limbah-nya
Permasalahan Sanitasi di Indonesia: 70% air tanah tercemar, 75% air sungai tercemar,
ratusan ribu anak mati diare, milyaran rupiah ongkos produksi air naik per tahun.
Studi ADB: Kerugian ekonomi yang terkait sanitasi yang buruk diperkirakan sekitar Rp 42,3
triliun per tahun, atau 2% dari GDP Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD sebesar 1
mg/liter pada sungai meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9.17/meter kubik 🡪
menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional.
Profil Prasarana dan Sarana “Sanitasi” di Indonesia :
● Sanitasi terpusat (Sewerage and Wastewater Treatment Plant/IPAL),
● Penduduk perkotaan yang menikmati sanitasi terpusat baru 2,21 %
> Memiliki IPAL
> Instalasi Pengolahan Lumpur Tangki Septik (IPLT)
● Air dari tangki septik diresapkan ke dalam tanah, atau mengalir ke air permukaan
● Penduduk yang punya akses kepada prasarana sarana sanitasi setempat baru 80% di
perkotaan dan 60 % di pedesaan
Kerangka Dasar dan Maksud Pengembangan Prasarana & Sarana Sanitasi:
1. Mencegah penyebaran (kontaminasi) penyakit melalui air (waterborne diseases) dan
vektor.
2. Mencegah dan menanggulangi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang
diakibatkan oleh air limbah dan sampah domestik.
3. Melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar sehingga sesuai
dengan fungsinya kembali
Pengembangan Pada Saat Ini: Pada umumnya pengembangan sanitasi di Indonesia masih
berusaha memenuhi kerangka dasar pertama yaitu mengembangkan prasarana dan sarana
sanitasi dasar untuk mencegah penyebaran penyakit melalui air, sehingga kondisi kesehatan
masyarakat makin baik.
Pengembangan sewerage di Denpasar menunjukkan bahwa di Denpasar dan sekitarnya sudah
mulai memenuhi kerangka dasar kedua, yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus
melindungi lingkungan.
,KONTRIBUSI PENTING DSDP BAGI BALI
1. Aspek Lingkungan: mengurangi pencemaran air tanah, air sungai, dan menjaga
kebersihan pantai dari limbah, baik limbah hotel maupun limbah domestik.
2. Aspek Kesehatan: mengurangi penyakit, meningkatkan gizi, meningkatkan
kemampuan (anak-anak), dan meningkatkan produktivitas kerja (dewasa).
3. Aspek Citra: mempertahankan citra Bali sebagai Paradise Island yang masih murni
keindahan alamnya.
DSDP I
SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Kolam Aerasi dan Sedimentasi :
❑ Lokasi : Suwung, Desa Pemogan,Denpasar
❑ Luas area : 10 ha
❑ Kapasitas total direncanakan : 51.000m3/hari
❑ Kualitas influen : 170 mg/lt
❑ Kualitas effluen : < 30 mg/lt
Bangunan :
❑ Inflow Pumping Station
, ❑ Bangunan / Ruang Electrical
❑ Kantor dan Laboratorium
❑ Bak Ekualisasi (untuk menampung lumpur dari septik Tank/Truck Tinja)
Tingkatan Pengolahan Air Limbah
Unit Proses dalam Pengolahan Limbah