Klasifikasi
Makhluk hidup
SMAN 1 W.P.
, Kata pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunianya dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyusun
Bahan ajar book klasifikasi makhluk hidup untuk SMA mata
pelajaran biologi. Buku klasifikasi makhluk hidup ini disusun
berdasarkan internet dan KD Kurikulum merdeka. Ebook ini
diajukan guna memenuhi tugas
Menelisik Kingdom Plantae dilingkungan sekolah sebagai media
pembelajaran biologi. Ebook ini dilengkapi dengan uraian materi
dan contoh beserta gambar .
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian Ebook ini terkhusus kepada
anggota kelompok . Saya mengharapkan saran dan kritik dari
para pakar di bidang biologi sebagai bahan untuk melakukan
peningkatan kualitas Ebook
Diharapkan para pembaca berpegang pada azas keterlaksanaan,
kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada
perkembangan IPTEK pada dunia pendidikan. Demikian,
semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, hususnya
siswa SMA untuk mata-pelajaran biologi X.
, DAFTAR ISI
Kata pengantar ....................I
Daftar isi ........................II
1. PEMBAHASAN
•tata penamaan binomial....
•sejarah singkat klasifikasi makhluk hidup
•Defini klasifikasi makhluk hidup...
•Tujuan klasifikasi makhluk hidup ....
• Jenis-jenis klasifikasi makhluk hidup....
•Contoh tanam dilingkungan sekolah ...
2. PENUTUP
•daftar pustaka...
, BAB 1 PEMBAHASAN
A. Tata penamaan binomial
Tata nama binomial (binomial berarti 'dua nama') merupakan aturan penamaan
baku bagi semua organism (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari system
taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Nama
yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa latin atau bahasa
lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan
dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera
diterapkan untuk bakteri pula, Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah
'nama ilmiah' (scientific name). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama
latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama
yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang
diberikan oleh orang yang pertama kali member pertelaan atau deskripsi (disebut
deskriptor) lalu dilatinkan.
Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi
Tata Nama Botani(ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak,
serta fosil tumbuhan; Peraturan Internasional bagi Tata Nama Zoologi (ICZN)
bagi hewan dan fosil hewan; dan Peraturan Internasional bagi Tata Nama
Prokariota (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak
perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya
(Peraturan Internasional bagi Tata Nama Tanaman Budidaya, ICNCP).
Aturan penulisan tata nama
• Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama
("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya.
•Nama genus SELALU diawali dengan huruf kapital (huruf besar,uppercase) dan
nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).
•Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya,suatu teks
yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah,
tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi
Makhluk hidup
SMAN 1 W.P.
, Kata pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunianya dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyusun
Bahan ajar book klasifikasi makhluk hidup untuk SMA mata
pelajaran biologi. Buku klasifikasi makhluk hidup ini disusun
berdasarkan internet dan KD Kurikulum merdeka. Ebook ini
diajukan guna memenuhi tugas
Menelisik Kingdom Plantae dilingkungan sekolah sebagai media
pembelajaran biologi. Ebook ini dilengkapi dengan uraian materi
dan contoh beserta gambar .
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian Ebook ini terkhusus kepada
anggota kelompok . Saya mengharapkan saran dan kritik dari
para pakar di bidang biologi sebagai bahan untuk melakukan
peningkatan kualitas Ebook
Diharapkan para pembaca berpegang pada azas keterlaksanaan,
kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada
perkembangan IPTEK pada dunia pendidikan. Demikian,
semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, hususnya
siswa SMA untuk mata-pelajaran biologi X.
, DAFTAR ISI
Kata pengantar ....................I
Daftar isi ........................II
1. PEMBAHASAN
•tata penamaan binomial....
•sejarah singkat klasifikasi makhluk hidup
•Defini klasifikasi makhluk hidup...
•Tujuan klasifikasi makhluk hidup ....
• Jenis-jenis klasifikasi makhluk hidup....
•Contoh tanam dilingkungan sekolah ...
2. PENUTUP
•daftar pustaka...
, BAB 1 PEMBAHASAN
A. Tata penamaan binomial
Tata nama binomial (binomial berarti 'dua nama') merupakan aturan penamaan
baku bagi semua organism (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari system
taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Nama
yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa latin atau bahasa
lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan
dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera
diterapkan untuk bakteri pula, Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah
'nama ilmiah' (scientific name). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama
latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama
yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang
diberikan oleh orang yang pertama kali member pertelaan atau deskripsi (disebut
deskriptor) lalu dilatinkan.
Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi
Tata Nama Botani(ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak,
serta fosil tumbuhan; Peraturan Internasional bagi Tata Nama Zoologi (ICZN)
bagi hewan dan fosil hewan; dan Peraturan Internasional bagi Tata Nama
Prokariota (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak
perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya
(Peraturan Internasional bagi Tata Nama Tanaman Budidaya, ICNCP).
Aturan penulisan tata nama
• Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama
("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya.
•Nama genus SELALU diawali dengan huruf kapital (huruf besar,uppercase) dan
nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).
•Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya,suatu teks
yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah,
tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi